<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jejerun's Weblog</title>
	<atom:link href="http://jejerun.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jejerun.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Aug 2008 14:59:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jejerun.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jejerun's Weblog</title>
		<link>http://jejerun.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jejerun.wordpress.com/osd.xml" title="Jejerun&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jejerun.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>seluk beluk tari saman(aceh)</title>
		<link>http://jejerun.wordpress.com/2008/08/15/seluk-beluk-tari-samanaceh/</link>
		<comments>http://jejerun.wordpress.com/2008/08/15/seluk-beluk-tari-samanaceh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 14:48:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jejerun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jejerun.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Bagi para penikmat seni tari, Saman menjadi salah satu primadona dalam pertunjukan. Dalam setiap penampilannya, selain menyedot perhatian yang besar juga menyedot para penikmat seni tari. Tarian Saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik, karena hanya menampilkan gerak tepuk tangan dan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak badan, kepala dan posisi badan. Keunikan lainnya terlihat dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jejerun.wordpress.com&amp;blog=4516972&amp;post=14&amp;subd=jejerun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entrytext">
<div class="snap_preview">
<p align="justify">Bagi para penikmat seni tari, Saman menjadi salah satu primadona dalam pertunjukan. Dalam setiap penampilannya, selain menyedot perhatian yang besar juga menyedot para penikmat seni tari. Tarian Saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik, karena hanya menampilkan gerak tepuk tangan dan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak badan, kepala dan posisi badan. Keunikan lainnya terlihat dari posisi duduk para penari dan goyangan badan yang dihentakkan ke kiri atau ke kanan, ketika syair-syair dilagukan.</p>
<p align="justify">Tari ini biasanya dimainkan oleh belasan atau puluhan laki-laki, tetapi jumlahnya harus ganjil. Namun, dalam perkembangan selanjutnya, tarian ini dimainkan pula oleh kaum perempuan atau campuran antara laki-laki dan perempuan. Dan tentunya dengan modifikasi gerak lainnya. Saya kadang bertanya bagaimana orang sebanyak itu bisa dengan serentak memainkan tarian yang memiliki kecepatan tinggi? Selain latihan tentunya, pasti ada formasi tertentu dalam meletakkan tiap-tiap penari itu sehingga kerapatan dan keseimbangan tarian terlihat harmonis dan dinamis.</p>
<p align="justify">Hampir semua tarian Aceh dilakukan beramai-ramai. Ini memerlukan kerjasama dan saling percaya antara syeikh (pemimpin dalam tarian) dengan para penarinya. Namun apa saja unsur yang membuat tarian ini menjadi begitu indah dalam gerak, irama dan kekompakan tidak banyak kita mengetahuinya.</p>
<p align="justify">Sekarang mari kita mulai mengupas unsur pendukung dalam tari saman ini. Mungkin saat kita mengetahui segala aspek yang terdapat dalam tarian ini, kita dapat lebih memahami. Dan mendapatkan tidak hanya keindahan namun juga makna filosofi dari posisi, gerak, syair yang terlantun saat pertunjukan Saman di gelar.</p>
<p align="justify">Dalam penampilan yang biasa saja (bukan pertandingan) dimana adanya keterbatasan waktu, Saman bisa saja dimainkan oleh 10 &#8211; 12 penari, akan tetapi keutuhan Saman setidaknya didukung 15 &#8211; 17 penari. Yang mempunyai fungsi sebagai berikut :</p>
<p align="justify"><strong><span style="color:#ffff99;">1 </span><span style="color:#ffffff;">2         3         4         5         6         7</span> <span style="color:#3366ff;">8</span><span style="color:#ff0000;"> 9 </span><span style="color:#3366ff;">10 </span><span style="color:#ccffcc;"> 1</span><span style="color:#ffffff;">1           12            13            14        15            16</span> <span style="color:#ffff99;">17</span></strong></p>
<div>
<ul class="unIndentedList">
<li> Nomor <strong><span style="color:#ff0000;">9</span></strong> disebut <strong>Pengangkat</strong><br />
Pengangkat adalah tokoh utama (sejenis syekh dalam seudati) titik sentral dalam Saman, yang menentukan gerak tari, level tari, syair-syair yang dikumandangkan maupun syair-syair sebagai balasan terhadap serangan lawan main (Saman Jalu / pertandingan)</li>
<li> Nomor <strong><span style="color:#3366ff;">8</span></strong> dan <strong><span style="color:#3366ff;">10</span></strong> disebut <strong>Pengapit</strong><br />
Pengapit adalah tokoh pembantu pengangkat baik gerak tari maupun nyanyian/ vokal</li>
<li> Nomor <span style="color:#ffffff;"><strong>2-7</strong></span> dan <span style="color:#ffffff;"><strong>11-16</strong></span> disebut <strong>Penyepit</strong><br />
Penyepit adalah penari biasa yang mendukung tari atau gerak tari yang diarahkan pengangkat. Selain sebagai penari juga berperan menyepit (menghimpit). Sehingga kerapatan antara penari terjaga, sehingga penari menyatu tanpa antara dalam posisi banjar/ bershaf (horizontal) untuk keutuhan dan keserempakan gerak.</li>
<li> Nomor<strong> <span style="color:#ffff99;">1 </span></strong>dan <span style="color:#ffff99;"><strong>17</strong> </span>disebut <strong>Penupang</strong><br />
Penupang adalah penari yang paling ujung kanan-kiri dari barisan penari yang duduk berbanjar. Penupang selain berperan sebagai bagian dari pendukung tari juga berperan menupang/ menahan keutuhan posisi tari agar tetap rapat dan lurus. Sehingga penupang disebut <em>penamat kerpe jejerun</em> (pemegang rumput jejerun). Seakan-akan bertahan memperkokoh kedudukan dengan memgang rumput jejerun (jejerun sejenis rumput yang akarnya kuat dan terhujam dalam, sukar di cabut.</li>
</ul>
</div>
<p align="justify">Tari saman ditarikan dalam posisi duduk. Termasuk dalam jenis kesenian <em>ratoh duk</em> (tari duduk). Yang kelahirannya erat berkaitan dengan masuk dan berkembangnya agama islam. Dimana posisi penari duduk berlutut, berat badan tertekan kepada kedua telapak kaki. Pola ruang pada tari saman juga terbatas pada level, yakni ketinggian posisi badan. Dari posisi duduk berlutut berubah ke posisi diatas lutut (Gayo &#8211; <em>berlembuku</em>) yang merupakan level paling tinggi, sedang level yang paling rendah adalah apabila penari membungkuk badan kedepan sampai 45<sup>o </sup>(<em>tungkuk</em>) atau miring kebelakang sampai 60<sup>o</sup> (<em>langat</em>). Terkadang saat melakukan gerakan tersebut disertai gerakan miring ke kanan atau ke kiri yang disebut <em>singkeh</em>. Ada pula gerak badan dalam posisi duduk melenggang ke kanan-depan atau kiri-belakang (<em>lingang</em>).</p>
<p align="justify">Selain posisi duduk dan gerak badan, gerak tangan sangat dominan dalam tari saman. Karena dia berfungsi sebagai gerak sekaligus musik. Ada yang disebut <em>cerkop</em> yaitu kedua tangan berhimpit dan searah. Ada juga <em>cilok</em>, yaitu gerak ujung jari telunjuk seakan mengambil sesuatu benda ringan seperti garam. Dan <em>tepok</em> yang dilakukan dalam berbagai posisi (horizontal/ bolak-balik/ seperti baling-baling). Gerakan kepala seperti mengangguk dalam tempo lamban sampai cepat (<em>anguk</em>) dan kepala berputar seperti baling-baling (<em>girek)</em> juga merupakan ragam gerak saman. Kesenyawaan semua unsur inilah yang menambah keindahan dan keharmonisan dalam gerak tari saman.</p>
<p align="justify">Karena tari saman di mainkan tanpa alat musik, maka sebagai pengiringnya di gunakan tangan dan badan. Ada beberapa cara untuk mendapatkan bunyi-bunyian tersebut:</p>
<div>
<ol>
<li>Tepukan kedua      belah tangan. Ini biasanya bertempo sedang sampai cepat</li>
<li>Pukulan kedua      telapak tangan ke dada. Biasanya bertempo cepat</li>
<li>Tepukan      sebelah telapak tangan ke dada. Umunya bertempo sedang</li>
<li>Gesekan ibu      jari dengan jari tengah tangan <em>(kertip</em>).      Umunya bertempo sedang.</li>
</ol>
</div>
<p align="justify">Dan nyanyian para penari menambah kedinamisan dari tarian saman. Dimana cara menyanyikan lagu-lagu dalam tari saman dibagi dalam 5 macam :</p>
<div>
<ol>
<li><em>Rengum</em>, yaitu auman yang diawali oleh pengangkat.</li>
<li><em>Dering</em>, yaitu regnum yang segera diikuti oleh semua penari.</li>
<li><em>Rede</em>t, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh      seorang penari pada bagian tengah tari.</li>
<li><em>Syek</em>, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak</li>
<li><em>Saur</em>, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah      dinyanyikan oleh penari solo.</li>
</ol>
</div>
<p align="justify">Dalam setiap pertunjukan semuanya itu di sinergikan sehingga mengahasilkan suatu gerak tarian yang mengagumkan. Jadi kekuatan tari Saman tidak hanya terletak pada syairnya saja namun gerak yang kompak menjadi nilai lebih dalam tarian. Ini boleh terwujud dari kepatuhan para penarinya dalam memainkan perannya masing-masing.</p>
<p>Itulah sekelumit tentang fungsi formasi, jenis gerak, asal musik pengiring serta nyanyian dalam pertunjukan tari Saman. Semoga bermanfaat bagi anda dalam memahami tarian Saman.</p>
<blockquote><address><strong>Sedikit Sejarah Tari Saman</strong></address>
</blockquote>
<div>
<blockquote><address>Tari ini berasal dari dataran tinggi tanah Gayo. Di ciptakan oleh seorang Ulama Aceh bernama Syekh Saman. Pada mulanya tarian ini hanya merupakan permainan rakyat biasa yang disebut <strong><em>Pok Ane</em></strong>. Melihat minat yang besar masyarakat Aceh pada kesenian ini maka oleh Syekh disisipilah dengan syair-syair yang berisi Puji-pujian kepada Allah SWT. Sehingga Saman menjadi media dakwah saat itu. Dahulu latihan Saman dilakukan di bawah kolong Meunasah (sejenis surau, saat itu bangunan aceh masih bangunan panggung). Sehingga mereka tidak akan ketinggalan untuk shalat berjamaah. </address>
<address> </address>
<address>Sejalan kondisi Aceh dalam peperangan maka syekh menambahkan syair-syair yang manambah semangat juang rakyat Aceh. Tari ini terus berkembang sesuai kebutuhannya. Sampai sekarang tari ini lebih sering di tampilkan dalam perayaan-perayaan keagamaan dan kenegaraan. Tarian ini pada awalnya kurang mendapat perhatian karena keterbatasan komunikasi dan informasi dari dunia luar. Tari ini mulai mengguncang panggung saat penampilannya pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) II dan peresmian pembukaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Gemuruh Saman di TMII menggemparkan tidak hanya nusantara namun sampai ke manca negara. Saya sebagai anak negeri ini berharap semoga tari Saman bisa terus menggema. </address>
</blockquote>
</div>
<p align="justify">Baca juga :<br />
<a href="http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/30/kekuatan-magis-dalam-gerak-tarian-aceh-tari-saman/" target="_blank">Kekuatan magis Dalam Gerak Tarian Aceh; Saman</a><br />
<a href="http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/30/syair-tari-saman/" target="_blank">Syair Tari Saman</a></p>
</div>
<p class="postmetadata alt"> Masukan ini dipos pada Januari 30, 2008 8:44 pm dan disimpan pada <a title="Lihat seluruh tulisan dalam Aceh" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/aceh/">Aceh</a>,  <a title="Lihat seluruh tulisan dalam Ensiklopedi" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/ensiklopedi/">Ensiklopedi</a>,  <a title="Lihat seluruh tulisan dalam Saman" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/saman/">Saman</a>,  <a title="Lihat seluruh tulisan dalam Sejarah" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/sejarah/">Sejarah</a>,  <a title="Lihat seluruh tulisan dalam Tari" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/tari/">Tari</a> dengan kaitan (tags) <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/aceh/">Aceh</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/saman/">Saman</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/sejarah/">Sejarah</a>, <a rel="tag" href="http://id.wordpress.com/tag/tari/">Tari</a>. 						Anda dapat mengikuti semua aliran respons <a href="http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/30/24/feed/">RSS 2.0</a> dari masukan ini   													Anda dapat <a href="http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/30/24/#respond">memberikan tanggapan</a>, atau <a href="http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/30/24/trackback/">trackback</a> dari situs anda. </p>
</div>
<h3>4 Tanggapan to “Seluk-beluk Tari Saman”</h3>
<ol class="commentlist snap_preview">
<li class="alt">
<div class="comment-avatar"><img class="avatar avatar-32" src="http://www.gravatar.com/avatar/81babd02a6933cade332361a7e4859fb?s=32&amp;d=identicon" alt="" width="32" height="32" /></div>
<p><cite><a rel="external nofollow" href="http://dafrizal.blogspot.com/">ichal</a></cite> Berkata<br />
<a href="http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/30/24/#comment-16">Januari 31, 2008 pada 12:51 pm</a> kami punya juga yang mirip sperti tari saman, di daerah sumatera barat, kabupaten padang pariaman, spertinya memang mengadopsi atau kesamaan belaka, bisa saja dihubungkan karena penyebar agama islam di pesisir pantai pariaman berasal dan belajar dari tanah aceh!!</li>
<li>
<div class="comment-avatar"><img class="avatar avatar-32" src="http://www.gravatar.com/avatar/d959f2d806b929f00a31df99ae58687d?s=32&amp;d=identicon" alt="" width="32" height="32" /></div>
<p><cite>Jangel</cite> Berkata<br />
<a href="http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/30/24/#comment-35">Juni 12, 2008 pada 8:41 am</a> Can someone translate this for me into English? I would love to learn more about the Tari Saman dance. Thanks.</li>
<li class="alt">
<div class="comment-avatar"><img class="avatar avatar-samanui avatar-32" src="http://a.wordpress.com/avatar/samanui-32.jpg" alt="" width="32" height="32" /></div>
<p><cite><a rel="external nofollow" href="http://samanui.wordpress.com/">SAMAN UI</a></cite> Berkata<br />
<a href="http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/30/24/#comment-36">Juni 28, 2008 pada 9:38 pm</a> Wah sangat berguna nih, semoga menjadi referensi anak-anak SAMAN UI juga untuk program tarian kedepannya.</li>
<li>
<div class="comment-avatar"><img class="avatar avatar-32" src="http://www.gravatar.com/avatar/c4bcb52389751da92b10a88a9b7762e0?s=32&amp;d=identicon" alt="" width="32" height="32" /></div>
<p><cite>gayonese</cite> Berkata<br />
<a href="http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/30/24/#comment-39">Juli 10, 2008 pada 5:11 am</a> <a rel="nofollow" href="http://www.youtube.com/watch?v=-LikgiZn6jU">http://www.youtube.com/watch?v=-LikgiZn6jU</a> original saman dance</li>
</ol>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jejerun.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jejerun.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jejerun.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jejerun.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jejerun.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jejerun.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jejerun.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jejerun.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jejerun.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jejerun.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jejerun.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jejerun.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jejerun.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jejerun.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jejerun.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jejerun.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jejerun.wordpress.com&amp;blog=4516972&amp;post=14&amp;subd=jejerun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jejerun.wordpress.com/2008/08/15/seluk-beluk-tari-samanaceh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5078869cbdfdb0ecd028ffdcae112be?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jejerun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.gravatar.com/avatar/81babd02a6933cade332361a7e4859fb?s=32&#038;d=identicon" medium="image" />

		<media:content url="http://www.gravatar.com/avatar/d959f2d806b929f00a31df99ae58687d?s=32&#038;d=identicon" medium="image" />

		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/samanui-32.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.gravatar.com/avatar/c4bcb52389751da92b10a88a9b7762e0?s=32&#038;d=identicon" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>lirik lagu st 12</title>
		<link>http://jejerun.wordpress.com/2008/08/15/lirik-lagu-st-12/</link>
		<comments>http://jejerun.wordpress.com/2008/08/15/lirik-lagu-st-12/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 13:51:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jejerun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jejerun.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[irik lagu saat terakhir dari ST-12 yang akan jadi single andalan ke2 mereka dalam album PUSPA,lirik Ini begitu mendalam sekali ditambah lagi iramanya yang begitu indah membuat single ini menjadi enak didengar. berikut ni liriknya…; tak pernah terpikir olehku tak sedikitpun kubayangkan kau akan pergi tingalkan ku sendiri begitu sulit kubayangkan begitu sakit kurasakan kau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jejerun.wordpress.com&amp;blog=4516972&amp;post=9&amp;subd=jejerun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>irik lagu saat terakhir dari ST-12 yang akan jadi single andalan ke2 mereka dalam album PUSPA,lirik Ini begitu mendalam sekali ditambah lagi iramanya yang begitu indah membuat single ini menjadi enak didengar.</p>
<p>berikut ni liriknya…;</p>
<p>tak pernah terpikir olehku<br />
tak sedikitpun kubayangkan<br />
kau akan pergi tingalkan ku sendiri</p>
<p>begitu sulit kubayangkan<br />
begitu sakit kurasakan<br />
kau akan pergi tingalkanku sendiri</p>
<p>dibawah batu nisan kini kau tlah sandarkan<br />
kasih sayang kamu …… begitu dalam<br />
sungguh ku tak sanggup ini terjadi<br />
karna ku sangat cinta</p>
<p>* inilah saat terakhirku melihat kamu<br />
jatuh air mataku menangis pilu<br />
hanya mampu ucapkan<br />
selamat jalan kasih</p>
<p>satu jam saja kutelah bisa<br />
cintai kamu,kamu,kamu dihatiku<br />
namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup</p>
<p>satu jam saja kutelah bisa<br />
sayangi kamu dihatiku<br />
namun bagiku me/lupakanmu butuh waktuku seumur hidup<br />
dinantiku</p>
<p>ooo ooo ooo<br />
oow wwoo<br />
back to *</p>
<p>pingin download lagunya klik <a href="http://www.stafaband.info/Free_Download_ST_12_%28ST12%29-P.U.S.P.A_%28Putuskan_Saja_Pacarmu%29_-_Saat_Terakhir_901263861.html">di sini</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jejerun.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jejerun.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jejerun.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jejerun.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jejerun.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jejerun.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jejerun.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jejerun.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jejerun.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jejerun.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jejerun.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jejerun.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jejerun.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jejerun.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jejerun.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jejerun.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jejerun.wordpress.com&amp;blog=4516972&amp;post=9&amp;subd=jejerun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jejerun.wordpress.com/2008/08/15/lirik-lagu-st-12/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5078869cbdfdb0ecd028ffdcae112be?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">jejerun</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
